Astronom Menemukan Jejak Oksigen Tertua Di Alam Semesta
Astronom Menemukan Jejak Oksigen Tertua Di Alam Semesta - Menjejak waktu serta mencari elemen berat di alam semesta
bisa jadi bisa berikan uraian tentang pembuatan bintang di alam semesta
dini.Bukan cuma bintang.Petunjuk buat pembuatan galaksi serta pemicu reionisasi
kosmik pula dapat diperoleh dengan menekuni elemen berat yang terdapat di alam
semesta.Elemen berat yang diartikan merupakan elemen yang lebih berat dari
lithium.
Astronom Menemukan Jejak Oksigen Tertua Di Alam Semesta
Saat sebelum terdapat objek apapun,alam semesta diisi oleh gas netral.Baru kala obyek awal mulai bersinar,sebagian ratus juta tahun sehabis Big Bang,terdapat radiasi sangat kokoh yang dipancarkan buat memecah atom gas netral serta mengionisasi gas.Fase inilah yang kita tahu selaku epoh reionisasi kosmis dimana segala alam semesta berganti dengan sangat ekstrem serta mengakhiri masa kegelapan.Reionisasi kosmis oleh bintang ataupun juga galaksi awal membuat kita dapat menelusuri alam semesta dalam panjang gelombang elektromangnetik.
Persoalan yang pula jadi perdebatan,obyek apa yang
merangsang terbentuknya reionisasi?Buat dapat mengenali jawabannya,kita butuh
menekuni keadaan alam semesta dini.Salah satunya dari temuan teleskop radio
Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA).
Jejak oksigen dari alam semesta dikala pembentukannya
ALMA sukses mengetahui oksigen pada suatu galaksi jauh yang
umurnya telah sangat tua dari perspektif kita.Oksigen ini nampak pada galaksi
kala alam semesta baru berumur sebagian ratus juta tahun sehabis Big
Bang.Temuan ini jelas jadi fakta kedatangan oksigen tertua di alam semesta.
ALMA dapat memandang oksigen tersebut sebab senyawa kimia
ini diionisasi oleh radiasi dari bintang muda.Pada umur alam semesta yang masih
sedemikian muda,pastinya bintang tersebut merupakan bintang serta galaksi
generasi dini yang muncul di alam semesta.Serta galaksi ini jugalah yang
berfungsi berarti buat poses reionisasi di dini sejarah alam semesta.
Galaksi muda itu merupakan SXDF-NB1006-2 yang mempunyai
perpindahan merah 7,2 ataupun dekat 700 juta tahun sehabis Big Bang.
Saat sebelum mengamati galaksi jauh tersebut,para ilmuwan terlebih dulu melaksanakan simulasi buat memprediksi mungkin mengetahui elemen berat semacam oksigen yang terionisasi dengan ALMA.Sehabis itu mereka melaksanakan uji coba dengan mengamati galaksi yang lebih dekat dengan Bumi.Nyatanya garis pancaran oksigen bisa dideteksi oleh ALMA apalagi pada jarak yang sangat jauh sekalipun.
Hasilnya,ALMA sukses mengetahui oksigen tersebut.Kelimpahan
oksigen yang dilihat ALMA dekat 10 kali lebih sedikit dari oksigen di
Matahari.Tidak aneh sebab umur alam semesta masih sangat muda.Belum banyak
bintang yang telah tercipta serta berevolusi.Tetapi terdapat perihal lain yang
lebih mengejutkan.Tidak banyak debu yang dilihat ALMA.
Tidak terdapat jejak garis emisi karbon di galaksi
SXDF-NB1006-2 yang sukses diamati.Hasil ini berikan kesimpulan jika galaksi
jauh yang diamati ALMA tersebut cuma mempunyai sedikit sekali gas hidrogen yang
belum terionisasi.Tidak hanya itu cuma terdapat beberapa kecil debu yang
disusun oleh faktor berat.Kayaknya sudah terjalin suatu yang tidak biasa di galaksi
tersebut serta gas yang terdapat di situ seluruhnya dalam keadaan sangat
terionisasi.
Keberhasilan ALMA mengetahui oksigen terionisasi pula
berikan gejala keberadaan bintang-bintang yang sangat masif di
galaksi.Bintang–bintang yang lusinan kali lebih masif dari Matahari tersebut
memancarkan sinar ultraungu yang sangat kokoh yang memanglah dibutuhkan buat
mengionisasi atom oksigen.
Tampaknya,debu yang sedikit jadi aspek yang menyebabka sinar
ultraungu yang sangat kokoh dapat lepas serta mengionisasi beberapa besar gas
di luar galaksi.
Terdeteksinya oksigen di galaksi jauh ialah langkah berarti dalam menguasai pemicu reionisasi kosmik.Galaksi SXDF-NB1006-2 yang jadi posisi oksigen tersebut pula dijadikan prototipe sumber sinar yang bertanggung jawab atas terbentuknya terionisasi.
Di masa depan,para astronom yang berasal dari Jepang,Swedia,Inggris serta ESO,hendak melanjutkan pencarian dengan menggunakan keahlian ALMA memandang alam semesta dalam panjang gelombang radio.Pengamatan resolusi besar selanjutnya juga telah diawali buat memandang distribusi serta gerak oksigen terionisasi di galaksi SXDF-NB1006-2.




Coin Casino Review 2021: Is It Worth It? | Play Now
BalasHapusRead our in-depth review of 인카지노 Coin Casino including free spins and bonus offers, banking 온카지노 methods, games 바카라 사이트 selection and promotions. Get a £20 bonus today!