Megakomet Bernardinelli-Bernstein Komet Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia

Astronom Pemula Indonesia,Marufin Sudibyo mengabarkan kalau suatu komet raksasa (megakomet) lagi bergerak merambah tata surya bagian dalam serta menghebohkan jagat astronomi.

Megakomet Bernardinelli-Bernstein Komet Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia

"Suatu komet raksasa (megakomet) yang tiba dari tepian tata surya kita lagi bergerak merambah tata surya bagian dalam serta menghebohkan jagat astronomi,"kata Marufin.

Berikut sebagian kenyataan yang dikenal menimpa komet raksasa ini:

  • Bernama Bernardinelli-Bernstein

Megakomet ataupun komet raksasa yang diartikan Marufin dinamai komet Bernardinelli-Bernstein (2014 UN271).

"Gambar dari observatorium SkyGems Remote Telescope (Namibia) ini meperlihatkan wajah komet Bernardinelli-Bernstein (C/2014 UN271),begitu namanya pada dikala ini buat barang langit 2014 UN271,"jelasnya.

Dinamakan demikian cocok dengan nama 2 penemunya ialah Bernardinelli dan Bernstein. Mereka merupakan sejoli cendekiawan di balik Dark Energy Survey (DES) yang bersenjatakan sarana teleskop raksasa Cerro-Tololo (Chile) guna memetakan langit. Sepanjang 6 tahun penuh,DES bekerja memetakan 300 juta galaksi dalam zona seluas 5. 000 derajat persegi.

Dalam upaya tersebut DES mengetahui 16 miliyar sumber sinar titik mirip bintang dengan 800 di antara lain ditentukan ialah obyek transneptunik. Obyek transneptunik merupakan sejenis asteroid besar dengan komposisi mirip intikomet yang bergentayangan di antara orbit Neptunus sampai ke tepian tata surya.

Satu di antara 800 obyek tersebut merupakan C/2014 UN271. Dengan diameter 100-200 km,inilah intikomet terbanyak yang sempat disaksikan umat manusia sejauh sejarahnya. Citra SkyGems ini menampilkan dengan jelas betapa pada jarak 20,18 Satuan Astronomi (SA) dari Matahari,C/2014 UN271 sudah memperlihatkan isyarat khas komet berbentuk coma (suasana komet).

Diameter coma tersebut diperkirakan sebesar 200. 000 kilometer,ataupun jauh lebih besar dibanding ukuran Bumi kita.

  • Ciri komet Bernardinelli-Bernstein

Dipaparkan Marufin,komet 2014 UN271 ini mempunyai orbit sangat lonjong mendekati parabola serta bisa ditentukan berasal dari awan komet Opik-Oort. Ialah daerah dingin membekukan yang berjarak 2. 000 hingga dengan 50. 000 Satuan Astronomi (SA) dari Matahari serta jadi tapal batasan terluar tata surya kita.

"Bukti diri 2014 UN271 terungkap lewat analisis citra-citra Dark Energy Survey,"kata Marufin.

  • Periode Rotasi

Komet raksasa yang satu ini dikenal mengelilingi Matahari dengan periode sangat panjang (dekat 3 juta tahun),aphelion 40. 000 SA,serta perihelion cuma 10,95 SA. Sedangkan,magnitudo mutlaknya+7,8 sehingga 2014 UN271 berdiameter 100 s/d 200 kilometer.

Obyek dari awan komet Opik-Oort pada dasarnya merupakan suatu kometisimal (bakal intikomet),sehingga 2014 UN271 ialah salah satu intikomet terbanyak. Bisa jadi setara ataupun apalagi lebih besar dari intikomet Sarabat (C/1729 P1) yang 100 kilometer.

  • Tidak berpotensi Tabrakan

Di informasikan Marufin,dikala ini 2014 UN271 masih lebih jauh dibanding Uranus,tetapi telah memperlihatkan isyarat kegiatan komet yang khas. Satu dekade ke depan,2014 UN271 hendak datang di titik perihelionnya yang setara dengan jarak Matahari-Saturnus.

"Tidak terdapat kemampuan tumbukan dengan planet apapun,"ucap ia. Baca pula: Ramai Lintang Kemukus di Tuban,Apa Itu Komet serta Mengapa Terdapat Ekornya?

  • Ketampakannya sangat redup

Lebih lanjut,walaupun dikala ini lagi dalam ekspedisi merambah tata Surya bagian dalam,namun Komet 2014 UN271 pula bakal sangat redup. Apalagi,kecerlangannya cuma seterang Pluto sehingga perlu teleskop berdiameter minimun 200 milimeter buat mengamatinya.

Tetapi untuk jagat astronomi,kata ia,tibanya 2014 UN271 di titik perihelion menyajikan peluang emas guna mengeksplorasi barang langit purba yang masih memiliki jejak-jejak berkembang kembangnya tata surya kita sedari dini.

Belum ada Komentar untuk "Megakomet Bernardinelli-Bernstein Komet Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel